<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Disinformation on Cybersecurity &amp; Serangan Siber Internasional</title><link>https://kolaborasiunitersitas.com/tags/disinformation/</link><description>Recent content in Disinformation on Cybersecurity &amp; Serangan Siber Internasional</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Mon, 29 Sep 2025 10:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://kolaborasiunitersitas.com/tags/disinformation/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>DeepSpoof 2.0: Manipulasi AI dan Deepfake dalam Serangan Siber Politik</title><link>https://kolaborasiunitersitas.com/posts/deepspoof-deepfake-attack/</link><pubDate>Mon, 29 Sep 2025 10:00:00 +0700</pubDate><guid>https://kolaborasiunitersitas.com/posts/deepspoof-deepfake-attack/</guid><description>&lt;p&gt;Pada paruh kedua 2025, dunia menyaksikan evolusi serangan informasi yang jauh lebih canggih: kampanye yang dijuluki &lt;strong&gt;DeepSpoof 2.0&lt;/strong&gt;.&lt;br&gt;
Berbeda dari gelombang awal deepfake yang didominasi oleh video humor atau penipuan sederhana, DeepSpoof 2.0 menggabungkan kemampuan generatif AI, manipulasi audio, bot jaringan sosial, dan teknik operasi psyops yang terkoordinasi — semuanya dirancang untuk mempengaruhi opini pemilih, mendestabilisasi proses pemilu, dan merusak kepercayaan publik terhadap institusi demokrasi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Artikel ini menguraikan metode teknis yang digunakan, vektor distribusi, contoh dampak nyata, mekanisme deteksi yang berkembang, serta langkah-langkah mitigasi yang perlu diambil oleh platform, regulator, dan masyarakat sipil.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>